Rabu, 06 Maret 2013

KOMANDANTE CHAVEZ



Kemarin tanggal 5 maret 2013,Dunia kehilangan seorang pahlawan Rakyat kecil,pahlawan untuk dunia ketiga,pahlawan yang berani menentang Imperialisme Amerika serikat dan pahlawan yang memperjuangkan kembali ide-ide tentang Sosialisme dengan mengembangkan nya menjadi Sosialisme abad 21.Tulisan ini adalah usaha saya untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang Hugo Chavez untuk itu selamat membaca


Pada tanggal 4 Februari 1992,lima unit Militer bersenjata lengkap memasuki Ibu Kota Caracas secara sembunyi-sembunyi.unit-unit ini mengambil alih beberapa lokasi strategis di Ibu kota seperti instalasi komunikasi,lapangan udara,pos-pos Militer,kementerian pertahanan dan Istana Kepresidenan Miraflores.unit-unit ini bertujuan untuk mengambil alih kekuasaan Presiden Carlos Andrez Perez seorang anak manis dari Amerika serikat yang patuh terhadap kebijakan Neoliberalisme nya IMF yang menyengsarakan Massa rakyat  kecil Venezuela dan hanya menguntungkan segolongan minoritas para Borjuis korporasi lokal dan asing saja.setelah kekalahan Militer yang mengkudeta ini diketahui lah bahwa yang memimpin perjuangan pengambilalihan kekuasaan ini adalah Letnan Kolonel muda Hugo Chavez Friar seorang pejuang Rakyat yang Anti Imperialis.

Hugo Chavez lahir pada tanggal 28 Juli tahun 1954 di Sabaneta sebuah desa kecil di wilayah Barinas.Orang tuanya Hugo de los Chavez dan Elena friaz Chavez adalah guru yang tinggal di desa Los Rojos.chavez lahir sebagai anak kedua dari tujuh bersaudara,Chavez dan keluarganya hidup dalam kemiskinan yang sangat mengenaskan.Chavez pada masa mudanya sangat tertarik dengan jendral federal abad ke 19 Venezuela yang bernama Ezequiel Zamora yang nantinya nama ini dijadikan sandi bagi operasi kudetanya untuk menjatuhkan kekuasaan Carloz Andrez perez.

Pada umur 17 tahun Chavez masuk ke Akademi pendidikan Militer Venezuela di Caracas.pada tingkat pertama,Chavez sangat mengagumi kurikulum Andres Bello yang disusun oleh perkumpulan perwira Militer yang Nasionalis dan Progresif dimana didalam kurikulum ini tidak hanya mengajarkan tentang strategi dan taktik militer namun juga tentang topik lain urusan kesejahteraan masyarakat.Pada saat tinggal di Caracas ini juga Chavez melihat pemandangan ngeri yang diderita oleh Kelas pekerja yang bekerja untuk perusahaan-perusahaan namun hanya dihisap saja tenaganya tanpa memikirkan kesehjahteraan hidupnya.melihat kondisi ini Chavez mulai berpikir untuk mencari dan memperjuangkan dua kata yang menjadi impian umat manusia di dunia ini dari ribuan tahun yang lalu yaitu ”Keadilan Sosial”.Chavez mulai mencari aktivitas lain diluar pendidikan militernya yaitu membaca buku-buku sejarah dari abad ke 19 Amerika Latin dimana Chavez mulai mengagumi Simon Bolivar seorang tokoh anti Penjajahan Amerika Latin  mungkin kalo di Indonesia seperti Cut Nyak Dien walaupun ruang lingkup gerakanya berbeda.Chavez juga tertarik dengan seorang revolusioner Marxis dari Argentina yaitu Che Guevara stelah membaca buku memoir pribadinya

Pada tahun 1974 Chavez ditunjuk untuk menjadi perwakilan menghadiri upacara perayaan pertempuran ayyuchio di Peru dimana Chavez tergugah untuk menjadikan militer sebagai alat rakyat  setelah mendengarkan Pidato Presiden kiri Peru Jenderal Juan Velasco Alvarado yang mengatakan bahwa kekuatan Militer itu harus mengabdi kepada kepentingan kelas Pekerja dan jangan menjadi alat kepentingan kelas Kapitalis yang korup dan menindas.

Setelah kelulusan dalam Akademi Militer Chavez ditempatkan di Barinas sebagai Perwira di unit komunikasi.Kondisi wliyah Barinas pada saat itu sedang genting karena adanya perjuangan yang dilakukan oleh kelompok Marxis-Leninis.Pada tahun 1977 Chavez ikut dalam usaha pertempuran melawan kelompok pejuang Marxis-Leninis Red Flag Party.pada saat itulah Chavez mulai banyak membaca buku-buku sitaan yang berhaluan Marxis-leninis seperti buku nya Marx Brumaire Louis Bonaparte XVIII,Negara dan Revolusi nya Kawan Lenin serta Perang gerilya nya Kawan Mao Zhedong dan pada saat itulah juga Chavez mulai menentang praktek penyiksaan yang dilakukan militer venezuela terhadap para pejuang Marxis-Leninis.

Pada tahun 1977 juga Chavez membentuk Tentara Pembebasan Rakyat Venezuela sebuah kelompok klandestin kecil yang ada di dalam tubuh militer Venezuela.Lima tahun kemudian kelompok ini mengganti nama menjadi tentara Revolusioner Bolivar yang mengakar pada ajaran pembebasan Simon Bolivar,Zamora dan Rodriguez.Pada tahun 1981 Chavez di promosikan menjadi Kapten dia mulai melakukan pendidikan indoktrinisasi kepada anak buahnya tentang Ide Bolivarian dan merekrut anak buahnya ke organisasi klandestin tentara revolusioner Bolivarnya.Perwira senior di Angkatan bersenjata Venezuela mulai curiga terhadap organisasi rahasia yang Chavez bentuk namun mereka tidak mempunyai bukti kuat utnuk memecatnya sehingga mereka hanya memindah tugaskan Chavez ke Pos militer terpencil di wilayah Elorza untuk menjauhkan pengaruhnya dari para anggota baru di akademi Militer.Bukanya  menghilangkan dan mengucilkan aktivitasnya justru diwilayah itulah Chavez makin melakukan banyak kegiatan aktivitas sosial politiknya dengan mengadakan kontak dengan penduduk suku bangsa setempat dan membantu segala keperluanya.Disinilah akar Chavez nanti bertahun-tahun yang akan datang membuat Undang-Undang yang sangat melindungi Komunitas suku bangsa terpencil.Berbeda dengan kita dimana Suku bangsa terpencil Indonesia banyak yang diusir dari tanahnya dan digusur tempat tinggalnya untuk kemudian diganti dengan usaha tambang dan eksploitasi untuk kepentingan Kelas Borjuis Kapitalis Asing dan Lokal sungguh miris!!

Pada tahun 1988 setelah pangkatnya dinaikan menjadi Mayor Chavez dijadikan oleh Jenderal Rodriguez sebagai asisten pribadi dikantornya Caracas.ringkas cerita tahun 1989 Presiden Carlos Andreaz Perez terpilih menjadi Presiden Venezuela dan berjanji ingin melawan kebijakan Konsensus  Amerika Serikat serta kebijakan Neoliberal pemerintahan sebelumnya yang menyengsarakan rakyat Kecil terutama Kelas Pekerja.Namun seperti janji-janji manis Populer pejabat-pejabat Indonesia,janji perez hanya isapan jempol belaka karena didalam masa pemerintahnya dia malah menjadi budak dari Amerika serikat dan IMF karena mengikuti seluruh pendiktean kebijakan ekonomi yang diajukan mereka.Biaya subsidi untuk kesehjahteraan dalam seluruh bidang sosial dipotong dan terjadinya Privatisasi,Deregulasi dan Liberalisasi yang sangat besar besaran sehingga kesenjangan Ekonomi terjadi antara yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin melarat hidupnya.Melihat kadaan seperti ini Chavez tergerak setelah berbagai pengalaman sosial selama hidupnya Chavez mulai berseru hanya ada satu cara untuk merubah ini semua yaitu “Lawan Pemerintahan Boneka Kediktatoran IMF dan Amerika serikat ini”.Dengan ujungnya meletuslah Operasi Zamora yang dipimpin oleh Chavez untuk mengambil alih kekuasaan Presiden Andreaz Perez namun karena gerakan ini belum  meguasai penuh dukungan  dari Militer Venezuela pada saat itu,kurangnya Propaganda terhadap rakyat ,kesalahan teknis didalam gerakan itu yang tidak terkordinasi dengan baik dan pergerakan ini tidak berhubungan langsung dengan Massa Rakyat maka upaya pengambil alihan kekuasaan ini mengalami kegagalan.Seraya mengamini ajaran Mao Zhedong “Tentara bukan apa-apa tanpa tentara Rakyat” Chavez bilang”Senjata yang hanya berada ditangan segelintir orang tidak akan pernah berhasil merubah apapun jika senjata itu tidak sampai ke tangan Massa Rakyat”.

Walaupun gerakan itu mengalami kegagalan dan Chavez dipenjara namun bukanya nama Chavez meredup tetapi makin bersinar dan terdengar oleh rakyat Venezuela sehingga bisa menghantarkan beliau menuju kekursi Kekuasaan Presidenya secara Demokratis ditahun tahun berikutnya.Pada saat Chavez menjadi Presiden Venezuela dia banyak mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap Rakyat dan anti terhadap Kapitalisme.Chavez membumikan ide-idenya tentang Revolusi Bolivarian,langkah pertama yang dilakukan Chavez adalah merombak struktur negara lama. Tetapi, uniknya ia berupaya menempuh jalan konstitusional untuk melakukan perubahan itu, yakni referendum konstitusi. Akhirnya, pada Desember 1999, Venezuela menyelenggarakan referendum konstitusi.Hasilnya: 71,78% rakyat Venezuela menyetujui penyusunan konstitusi baru dan Pemerintahan Chavez mulai menjalankan rencana pembangunan Simon Bolivar dimana untuk pengembangan kualitas pendidikan,kesehatan serta juga kesehjahteraan Rakyat Venezuela dan juga membumikan kembali ide ide tentang Sosialisme.Chavez juga mengembangkan sistim Politik Demokrasi partisipatoris dimana rakyat diajak untuk ikut menentukan serta mengawasi jalanya pemerintahan dengan membentuk Dewan-Dewan lokal seperti Soviet yang sangat Demokratis sekali.Tidak seperti Demokrasi kita dimana lembaga perwakilan hanya di isi oleh para wakil-wakil rakyat yang sama sekali tidak mewakili rakyat namun hanya ingin mendapatkan fasilitas kekuasaan dan memperkaya diri sendiri saja.Untuk melaksanakan program ini Chavez sadar butuh dana yang sangat besar, untuk itu dia mulai menasionalisasi segala sumber daya yang menguasai hajat hidup rakyatnya seperti minyak dari kaum Borjuis Kapitalis asing dan menggunakanya untuk kesehjahteraan serta kemakmuran rakyatnya.Mungkin pasal 33 UUD 1945 kita lebih terhormat dicantumkan disana daripada disini

Dari kebijakan Bolivarian yang dijalankan Chavez ini mematahkan ungkapan TINA(There is no alternative)yang penah didengungkan Margaret Thatcher bahwa tidak ada alternative lainya di Dunia ini selain Demokrasi ala liberal dan sistim ekonomi Kapitalis yang sekarang menuju kebentuknya yang paling jahanam yaitu Neoliberalisme.Namun memunculkan harapan akan adanya suatu alternative dunia baru yang lebih baik dimana seluruh Manusia dapat hidup dengan makmur dan sejahtera,dimana anak-cucu kita dapat hidup dengan bahagia,saling mencintai sesama manusia,tidak ada lagi ketimpangan sosial dan juga tidak ada penindasan yang dilakukan manusia terhadap manusia lainya.Harapan inilah tujuan akhir dari seluruh Manusia yaitu Sosialisme atau  menurut Karl Marx Masyarakat Komunis Tanpa Kelas.

Walaupun Chavez telah tiada namun jasa-jasa beliau serta pemikiranya untuk membangun Sosialisme akan tetap ada dan dilanjutkan oleh generasi penerusnya yang sama-sama berjuang demi terbentuknya Sosialisme.Da Zdratsvutyet Kommandant Chavez,Berjayalah komandan Chavez!

Jakarta, 6 Maret 2013
ARIQ

Sumber:-Website Berdikari http://www.berdikarionline.com/dunia-bergerak/20130306/hugo-chavez-dan-warisannya-untuk-dunia.html
-Sosialisme sekarang juga                                                                             
- Wikipedia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar