Jumat, 18 Januari 2013

SURAT TERBUKA UNTUK BJ.HABIBIE

Ketika saya sedang di perpustakaan nasional RI tadi untuk iseng iseng membaca buku tentang biografi ali syariati sang intelektual revolusioner iran.tak sengaja saya menemukan buku nya bapak Murad Aidit adik dari pemimpin Partai Komunis yang terbesar ketiga didunia setelah Uni soviet dan Republik Rakyat Cina yaitu Kawan Dipa Nusantara Aidit.didalam buku ini menariknya saya menemukan sisi tersembunyi keperhatiaanya serta kemanusiaanya dari seorang kawan Dipa Nusantara Aidit yang diceritakan oleh adiknya.Karena dari buku sejarah manipulasinya Orde Baru yang kita baca disekolah menggambarkan sosok Dipa nusantara Aidit adalah sebagai orang yang licik,penjilat Soekarno,bengis,keras dan segala macam sifat penjahat dilekatkan kepada dia.namun pada kenyataanyalah bahwa Beliau adalah seorang Pahlawan bagi Massa rakyat miskin indonesia.kesetelah saya membaca dibelakang buku itu tercantum surat dari Bapak Murad Aidit untuk Presiden BJ Habibie dimana beliau meminta kesediaanya untuk merehabiitasi Nama Kawan dipa Nusantara Aidit.berikut ini suratnya dari beliau




Kepada Yth
Presiden Republik Indonesia
Bapak B.J Habibie
Istana merdeka
Jalan Merdeka Utara Jakarta Pusat

Dengan Hormat,
Sebenarnya surat ini hendak saya tujukan kepada soeharto,tetapi karena ia tidak lagi didalam fungsi sebagai penanggung jawab utama atas kejadian yanghendak saya kemukakan,maka surat ini saya layangkan kepada Bapak presiden,sungguhpun Soeharto tidak bisa melepaskan tanggung jawabnya begitu saja.
Saya sebagai adik kandung dari DN Aidit merasa sangat pilu mendengar kematian saudara saya yang tragis.
DN Aidit pada saat itu menjabat:

-Ketua Politiburo Central Comite PKI
-Menko Kabinet terakhir Bung Karno
-Wakil Ketua MPR
-Seorang Mahaputra Indonesia
-Doctor Honoris causa dari Universitas Peking

Tetapi didalam rezim Soeharto dengan semena-mena ditangkap tanpa proses pengadilan,padahal Indonesia adalah negara hukum yang akan menentukan dan menimbang kesalahan yang dilakukan oleh saudara saya itu.
Saya  dan seluruh keluarga kan menerima jika dilakukan hukum tembak sekalipun atas kesalaham yang dilakukan kakak saya baik sadar maupun tidak sadar.tetapi rezim soeharto telah membunuhnya secara kejam diluar sifat kemanusiaan.dengan semakin terkuakmya peristiwa G30S,peristiwa tanjung priok dan DOM di aceh dan tempat-tempat lainya,maka saya kira sangat perlu untuk diadakan peninjauan ulang mengenai peristiwa tersebut agar masyarakat luas dapat mengetahui dengan sesungguhnya bagaimana letak persoalan yang sebenarnya.

Kalau Soeharto dapat berbuat secara itu terhadap DN Aidit yang merupakan tokoh nasional maupun internasional,maka apalagi rakyat biasa seperti saya ini dan ribuan teman teman saya rakyat Indonesia lainya.apakah perbuatan ini akan mendapatkan amppunan di akhirat nanti,Hanya Allah SWT lah yang mengetahuinya.

Apakah Hukum Duniawi akan membiarkan perbuatan ini berlaludengan demikian saja,saya kira rakyat Indonesia akan mengutuk perbuatan serupa ini.Sungguh pun saya tak hendak memendam rasa dendam terhadap Soeharto,tetapi atas nama keluarga saya ,emgharapkan dengan kekuasaan Bapak presiden untuk dapat melakukan tindakan tersebut:
1.Merehabilitasi nama baik DN Aidit yang bagi kami berarti pula menjaga nama baik keluarga kami.

2.menunjukan dan memindahkan tulang-tulang yang berserakan dar DN Aidit dan memberi kuburan yang semestinya.

Dengan segala hormat saya sudahi surat ini dengan harapan agar indonesia akan dapat mengalami masa depan yang lebh cerah ditahun-tahun mendatang

Jakarta,20 April 1999
hormat saya:Drs.H.Murad Aidit,Msc,Econ.
Anggota Veteran NPV 6357/H
Nomor urut 1357/H

Tembusan  dikirimkan kepada:
Komnas HAM Di Jakarta
LBH Jakarta
Amnesti Internasional London
Pers


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar