Senin, 01 Oktober 2012

MASIH RELEVANKAH 1 OKTOBER DIPERINGATI SEBAGAI HARI KESAKTIAN PANCASILA?




Oleh:Muhammad Ariq

Pada saat tadi menjalankan upacara Hari Kesaktian Pancasila saya disekolah terheran-heran mengapa hari itu dibilang sebagai kesaktian dari pancasila?ternyata setelah ditelusuri sejarah dari yang membuat hari itu muncul dimulai pada Tanggal 30 September ketika  terjadi sebuah peristiwa ketika ada sebuah gerakan yang menamakan dirinya sebagai  Gerakan 30 September.dimana gerakan tersebut  melakukan penjemputan paksa  terhadap  6 Jenderal puncak Angkatan darat yang berbuntut terhadap meninggal nya mereka semua.hari itu oleh pihak Pemerintahan orde Baru soeharto disebut sebagai hari penghianatan PKI dan dengan itu dimulai lah pembantaian massal yang menyebabkan sekitar 1 juta nyawa manusia melayang  dibunuh oleh Angkatan Darat dan milisi bayaranya.lalu pada besok harinya 1 Oktober pemerintahan Orba menjadikan hari itu sebagai hari kesaktian Pancasila.

“Hari Kesaktian Pancasila” selama sekitar 44 tahun selalu diperingati di Lubang Buaya, berdekatan dengan “Monumen Kesaktian Pancasila”, yang didirikan oleh rezim militer Orde Baru untuk memperingati tewasnya 6 jenderal Angkatan Darat sebagai akibat peristiwa G30S. Bahwa Suharto dan kawan -kawan  memberi penghargaan kepada perwira-perwira yang menjadi korban dalam peristiwa G30S adalah suatu hal yang wajar dan kiranya bisa dimengerti oleh banyak orang. Namun, bahwa peringatan terhadap 6 jenderal yang tewas itu dijadikan ritual yang  dengan gagah tetapi salah -diberi nama “Hari Kesaktian Pancasila” adalah suatu kebohongan atau pemalsuan yang tidak boleh --dan tidak bisa ditolerir lagi oleh semua orang yang mempunyai pikiran jernih atau nalar yang sehat. kita semua hendaknya tidak membiarkan terus para pendukung Soeharto (rezim militer Orde Baru) berceloteh, atau membual bahwa mereka menghargai Pancasila tetapi bersamaan dengan itu menjalankan hal-hal yang sama sekali bertentangan (bahkan, memusuhi ) dengan Pancasila-nya Bung Karno sebagai perumusnya.

Rezim Orde Baru  Soeharto itu dengan jelas selama memerintah justru MENGKHIANATI PANCASILA itu sendiri!.perlulah kiranya selalu kita ingat bersama bahwa sejak 1970 sampai jatuhnya Suharto (tahun 1998) peringatan hari lahirnya Pancasila (hari ketika Bung Karno menyajikan kepada seluruh bangsa Indonesia gagasan besarnya itu) dilarang oleh Kopkamtib. Jadi, lama sekali. Keterlaluan, bukan? Bagaimana mereka bisa koar-koar menjunjung tinggi-tinggi Pancasila, tetapi memusuhi penggagasnya, yaitu Bung Karno? Sebab, kalau dilihat dari berbagai segi sejarah perjuangan bangsa, bisalah dikatakan bahwa Pancasila adalah satu dan senyawa dengan Bung Karno, atau Bung Karno adalah Pancasila itu sendiri. Artinya, Pancasila (yang asli !) tidak bisa dipisahkan dari Bung Karno, apalagi dipertentangkan, seperti yang sudah dilakukan Soeharto beserta para pendukungnya. sekali lagi perlu diulangi bahwa seperti yang sudah sama-sama kita saksikan selama beberapa puluh tahun, para tokoh rezim militer Orde Baru sering sekali bicara muluk-muluk atau bersuara lantang tentang Pancasila dalam pidato-pidato atau tulisan mereka, tetapi dalam praktek menjalankan hal-hal yang sama sekali berlawanan atau bahkan bermusuhan dengan jiwa asli atau isi yang sebenarnya menurut gagasan penciptanya atau perumusnya, Bung Karno. Soeharto dan kawan-kawan bicara tinggi-tinggi soal Pancasila, namun mereka malahan telah mengkhianati pencetusnya, sampai menggulingkan kekuasaan Panglima Besar Revolusi kita Bung Karno,  menahannnya sebagai tahanan politik , dan membiarkannya sakit parah dan wafat dalam status sebagai tahanan.sungguh ironis sekali!

Rezim ini jelas tidak menyelamatkan Pancasila namun menjerumuskanya kepada ideologi Kapitalisme dengan beragam macam kebijakan kapitalis Neoliberalnya dan menggunakan  Pancasila sebagai dogma untuk menjalankan kepentingan Kelas Borjuis Indonesia dan bukan untuk kepentingan Massa rakyat kecil Pekerja Indonesia yang mayoritas. Peringatan “Hari Kesaktian Pancasila” adalah salah satu di antara banyak sekali praktek-praktek rezim militer Orde Baru (yang masih diteruskan sampai sekarang oleh para pendukung setianya) yang dimaksudkan sebagai usaha untuk terus-menerus menjatuhkan citra Bung Karno beserta para pendukung utamanya, yang terdiri dari golongan kiri pada umumnya, dan golongan PKI pada khususnya. Secara langsung atau tidak langsung, dan dengan berbagai jalan dan bentuk, digambarkan bahwa “Pancasila” mereka yang “sakti” telah menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia dari kesalahan-kesalahan Bung Karno yang “bersekutu” dengan PKI.
Padahal, seperti yang kita semua sama-sama saksikan, justru karena mereka telah menyalahgunakan, atau memalsu, atau melecehkan Pancasilanya Bung Karno itulah keadaan negara bangsa dan negara kita menjadi sangat semrawut dan bobrok sekali dewasa ini. Justru karena mereka (Soeharto dan konco-konconya)mengkhianati Bung Karno sebagai presiden dan Panglima Tertinggi Angkatan Perang dan Pemimpin Besar Revolusi, maka mereka sama sekali tidak pantas – dan juga sama sekali tidak berhak untuk menggembar-gemborkan sebagai golongan yang menjunjung tinggi Pancasila dan “menyelamatkan bangsa dan negara”. Sebaliknya, seperti yang disaksikan oleh kita semua, perkembangan situasi di Indonesia sejak kudeta merangkak yang dilakukan Suharto dkk sampai sekarang menunjukkan dengan jelas bahwa justru mereka itulah yang telah menjerumuskan bangsa dan negara ke dalam jurang kebobrokan dan kebusukan.
Karena mereka telah memusuhi ajaran-ajaran atau gagasan besar Bung Karno, termasuk mencampakkan jiwa asli atau isi utama Pancasila hasil pemikirannya, maka negara kita sekarang berada dalam krisis yang multi-dimensional atau bersegi banyak. Di antara berbagai krisis atau persoalan besar yang dihadapi rakyat dan negara kita adalah : dikangkanginya aset negara yang penting-penting oleh kekuatan asing, kelumpuhan negara dan bangsa menghadapi neo-liberalisme, kerusakan moral atau iman di berbagai kalangan atas, rusaknya persatuan bangsa karena persoalan agama dan kesukuan, merajalelanya korupsi dimana-mana, hilangnya kepedulian atau kepekaan rasa terhadap kemiskinan sebagian terbesar rakyat, dibiarkannya pengangguran sampai beberapa puluh juta orang, merosotnya rasa patriotisme  dan rasa Gotong Royong masyarakat kita akibat kebudayaan kita dikotori oleh  Imperialisme Barat.

Mengingat itu semuanya terbuktilah  Hari Kesaktian Pancasila  yang diselenggarakan di Lubang Buaya dan di tempat-tempat lainnya di Indonesia adalah sebenarnya bertentangan sama sekali dengan jiwa asli Pancasila-nya Bung Karno dan ajaran-ajaran besarnya yang lain. Karena itulah saya sangat bersependapat dengan usul atau pikiran yang sudah mulai muncul supaya ritual yang hanya menyebar racun persatuan bangsa ini ditiadakan atau dihapuskan saja untuk selanjutnya. Demi memurnikan pancasila nya Bung Karno yang asli Kiri dan Revolusioner!Jadi, kita semua melihat bahwa Pancasila sudah dikotori atau dibikin busuk seperti comberan oleh Soeharto dan konco-konconya selama puluhan tahun dengan macam-macam praktek antara lain indoktrinasi paksaan Penataran “Penghayatan dan Pengamalan Pancasila”, dan cekokan berupa seminar atau rapat-rapat Karenanya, sudah banyak orang yang bukan saja membenci Suharto dengan Orde Barunya, melainkan juga tidak menghargai Pancasila lagi.
Karenanya, adalah tugas kita bersama dewasa ini, dan untuk selanjutnya, untuk mengangkat kembali Pancasila dari comberan yang dibikin oleh rezim militer Soeharto. Pancasila-nya Bung Karno perlu kita junjung tinggi-tinggi, kita kumandangkan lagi, dan kita dudukkan di tempat yang luhur dan mulia sebagaimana mestinya, sebagai pemersatu bangsa yang berjuang untuk masyarakat yang betul-betul demokratis, adil dan makmur menuju kepada Sosialisme Indonesia dengan Tujuan akhirnya yaitu msayarakat tanpa Kelas.
SATU HATI SATU PIKIRAN DAN SATU TUJUAN MEMBANGUN SOSIALISME KOMUNISME


7 komentar:

  1. maaf, kak andarmesa
    benarkah Soekarno dibiarkan merana di penjara?
    bukannya dulu tujuan dari para komunis yaitu untuk merebut atau menguasai Indonesia?
    seingat saya, dulu soekarno mendukung PKI namun para masyarakat menolak adanya PKI sehingga Soeharto pun yang akhirnya berbicara kepada Soekarno untuk mengikuti kemauan rakyat (karena pada saat itu terjadi demonstrasi rakyat), namun sayangnya Soekarno tetap bersikukuh mempertahankan PKI, tapi pada akhirnya Soekarno pun tidak berdaya membiarkan PKI hidup. karena Soeharto sangat bersikukuh untuk membubarkan PKI dengan alasan membela rakyat. (bener gak ceritanya gitu?)
    apakah ada taktik Soeharto untuk mengambil jabatan Soekarno dalam situasi ini?

    BalasHapus
  2. maaf satu lagi, sebenarnya kapitalisme itu sama dengan paham marxisme gak sih?

    BalasHapus
  3. soekarno pada saat masa masa terakhirnya beliau dijadikan tahanan rumah oleh soeharto dengan maksud untuk membunuhnya secara perlahan-lahan.kalo dilihat dari sejarah perjuangan PKI dari dahulu tahn 1926 pemborontakan PKI untuk merebut kekuasaan hindia belanda dari tangan kolonial belanda,tahun 1948 akibat adanya red drive proposal serta provokasi bersenjata di solo dan di madiun oleh pasukan kompi tengkorak yang ternyata itu adalah TNI yang ditugaskan melakukan kekacauan membuat PKI dan laskar rakyat kiri yang ada di madiun membuat pemerintahan sementara sendiri sebagai langkah bertahan dari provokasi tersebut dan bukanya mendirikan negara soviet seperti yang tertera dibuku pelajaran sejrah kita ya.tentang tahun 1948 ini peristiwa madiun coba baca buku kesaksian soemarsono terbitan hasta mitra lalu tahun 2965 gerakan 30 september atau gerakan satu oktober itu berdasarkan fakta-fakta sejarah yang baru ditemukan terbukti bahwaa PKI itu bukanlah dalang atau konseptor dari gerakan tersebut walaupun pimpinanya DN Aidit itu terlibat namun seluruh jajaran partai tidak tahu mengenai hal ini.gerakan ini awalnya bertujuan untuk melakukan pengamanan terhadap presiden dari isu dewan jendral namun ternayata ini hanyalah jebakan semata yang sudah dibuat oleh CIA beserta kaki tanganya d Indonesia untuk lebih jelasnya baca buku dalih pembunuhan massal oleh john rossa.kenapa soekarno menolak membubarkan PKI?karena soekarno tahu bahwa PKI itu tidak terlibat walaupun beberapa pemimpinya itu ikut terlibat dalam aksi itu dan juga beliau mencium adanya kelihaian nekolim di indonesia.lalu kenapa masyarakat keseluruhanya akhirnya menentang PKI?karena pada saat itu angkatan darat dengan cepat meberangus semua media massa seperti berita koran yang ada dan hanya memperbolehkan penerbitan koran yang isinya sesuai dengan versi angkatan darat.untuk masalah taktik ada soeharto mengambil kekuasaan soekarno secara merangkak perlahan-lahan dengan tidak sekaligus membekukan kekuasaanya namun menghantamnya sedikit demi sedikit dengan cara yang konstitusional

    BalasHapus
  4. berbeda kapitalisme itu corak produksi yang muncul dari perkembangan kekuatan produktif kelas borjuis yang mendobrak tatanan feodalisme yang ada sehingga membentuk menjadi sebuah sistem ekonomi dari tatanan masyarakat borjuis.sistim ini sangat merugikan karena logikanya adalah kapital yang rakus,eksploitasi dan ekspansi sehingga merugikan masyarakat terutama kaum buruh sebagai pencipta keuntungan bagi kaum kapitalis yang menindas kaum buruh tersebut.atas dasar eksploitasi inilah marx dengan pemikiranya muncull untuk menerangi jalan serta hukum hukum pergerakan ekonomi dari kapitalisme itu sendiri dengan tujuan merombaknya menuju kearah sistim yang lebih baik yaitu sosialisme menuju ke komunisme.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, jadi marxime itu kapitalisme yang dirombak. kira-kira buku yang bagus dibaca tantang sosialisme apa ya?

      Hapus
  5. bukan marxisme itu panduan untuk aksi melawan dan menghancurkan kapitalisme.mungkin bisa baca bukunya michael a lebowitz yang judulnya sosialisme sekarang juga terbitan resist book atau ekonomi dan politiknya karl marx terbitan diadit press

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh gitu.. wah temen saya juga rekomendasiin buku michael a lebowitz . Bukunya masih beredar kan di toko buku gramedia? Oh iy, tau tentang paham feminisme gak?

      Hapus