Jumat, 05 April 2013

DEKLARASI SIKAP POLITIK SEKBER BURUH DAN HAKIKAT AKSI MASSA JUTAAN BURUH INDONESIA DALAM PERINGATAN MAYDAY 1 MEI 2013

Pada tanggal 24 Maret 2013 di Tugu Proklamasi,dideklarasikanlah sebuah Manifesto Politik Sekber Buruh.Deklarasi ini adalah sebuah kemajuan yang Progresif bagi gerakan Buruh Indonesia.Dimana 46 tahun sudah gerakan Buruh Indonesia tidak didengar suaranya oleh para elit Kapitalis Birokrat didalam pemerintahan kita yang Pro Kaum Kapitalis ini.Berikut ini adalah manifesto bersama gerakan Buruh untuk Mayday 1 Mei 2013 nanti.selamat membaca dan jadikan Manifesto ini sebagai langkah awal untuk kemajuan yang lebih besar bagi gerakan Buruh dan seluru Massa rakyat pekerja Indonesia untuk membangun masyarakat yang adil dan makmur!

 

Rabu, 06 Maret 2013

KOMANDANTE CHAVEZ



Kemarin tanggal 5 maret 2013,Dunia kehilangan seorang pahlawan Rakyat kecil,pahlawan untuk dunia ketiga,pahlawan yang berani menentang Imperialisme Amerika serikat dan pahlawan yang memperjuangkan kembali ide-ide tentang Sosialisme dengan mengembangkan nya menjadi Sosialisme abad 21.Tulisan ini adalah usaha saya untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang Hugo Chavez untuk itu selamat membaca

Jumat, 18 Januari 2013

SURAT TERBUKA UNTUK BJ.HABIBIE

Ketika saya sedang di perpustakaan nasional RI tadi untuk iseng iseng membaca buku tentang biografi ali syariati sang intelektual revolusioner iran.tak sengaja saya menemukan buku nya bapak Murad Aidit adik dari pemimpin Partai Komunis yang terbesar ketiga didunia setelah Uni soviet dan Republik Rakyat Cina yaitu Kawan Dipa Nusantara Aidit.didalam buku ini menariknya saya menemukan sisi tersembunyi keperhatiaanya serta kemanusiaanya dari seorang kawan Dipa Nusantara Aidit yang diceritakan oleh adiknya.Karena dari buku sejarah manipulasinya Orde Baru yang kita baca disekolah menggambarkan sosok Dipa nusantara Aidit adalah sebagai orang yang licik,penjilat Soekarno,bengis,keras dan segala macam sifat penjahat dilekatkan kepada dia.namun pada kenyataanyalah bahwa Beliau adalah seorang Pahlawan bagi Massa rakyat miskin indonesia.kesetelah saya membaca dibelakang buku itu tercantum surat dari Bapak Murad Aidit untuk Presiden BJ Habibie dimana beliau meminta kesediaanya untuk merehabiitasi Nama Kawan dipa Nusantara Aidit.berikut ini suratnya dari beliau

Selasa, 01 Januari 2013

PERKEMBANGAN KAPITALISME UNI SOVIET

Abad 2o adalah masa kejayaan dari pada perjuangan untuk membentuk suat negara yang berlandaskan Sosialisme.Negara yang pertama kali berusaha membentuk landsan itu adalah Rusia atau Uni soviet.setelah revolusi februari yang dipimpin oleh kaum Mensevik gagal untuk menjalankan tugasnya melaksanakan Revolusi melikuidasi kekuatan Tsar dan menghancurkan Kapitalisme Rusia.Kaum Bolshevik yang dipimpin oleh Kawan Vlaidimir Ilyich lenin mengambil alih perjuangan tersebut sehingga terjadiah Revolusi Oktober tahun 1917.revolusi ini bertujuan untuk membangun suatu negara yang berlandaskan Sosialisme untuk menuju Komunisme.Kawan lenin dan rakyat Uni Soviet berusaha membangun landasan itu namun belum tuntas pembangunanya kawan Lenin sakit dan meninggal dunia.sehingga digantilah beliau dengan Kawan Stalin yang berusaha membangun Sosialisme namun penuh dengan kesalahan nya dalam pembangunan ni soviet yang mengabaikan sama sekali aspek murni yang dibutuhkan Sosialisme yaitu Demokrasi serta tiak secara penuh menghancurkan Kapitalisme.setelah Stalin meninggal digantilah beliau dengan Khrushcev,dia menghancurkan cita-cita Sosialisme dan melencengkan ajaran Marxisme-Leninisme menjadi ajaran yang Revisionis.berikut ini saya persembahkan tuliandari kawan Andre Mazhenov tentang perkembangan Kapitalisme di Uni Soviet SELAMAT MEMBACA

Jumat, 21 Desember 2012

Kontradiksi-Kontradiksi Dalam Sistem Kapitalisme Dunia dan Kebutuhan Mendesak Adanya Revolusi Sosialis

Perjungan Sejarah Manusia dari zaman dahulu kala adalah perjuangan Manusia yang menggerakan sejarah dengan perjuangan kelas sebagai lokomotifnya.Marx dan Engels sebagai bapak dari Sosialisme Ilmiah telah memberikan ilmu yang berguna bagi kita yaitu analisis materialis atas sejarah atau materialisme historis dan materialisme dialektis.kedua ilmu ini adalah senjata yang dapat digunakan untuk menganalisis kondisi masyarakat beserta sejarah perkembangan masyarakat yang diselimuti oleh tahayul-tahayulnya ideologinya Borjuis.engels menamakan kedua senjata ini dengan penamaan Marxisme.Beratus-ratus tahun manusia berjuang untuk membangun masyarakat adil dan makmur yaitu Sosialisme namun perjuangan tersebut banyak yang gagal hingga pada abad ke 20 Sosialisme mulai berjaya.dari sungai Rheine di jerman hingga sungai yangtze Korea bendera Sosialisme berkibar.namun lama-kelamaan kejayaan Sosialisme itu luntur dan puncaknya pada tahun1991 ketika Uni Soviet terpecah,Tiongkok dan negara yang menganut asas Sosialisme itu berubah haluan ideologisnya menjadi Kapitalisme.mengapa ini bisa terjadi?apakah penyebab-penyebabnya?dan bagaimana pemecahanya?berikut ini saya sadurkan tulisan pendek dari Kawan Jose Maria Sison seorang intelektual sosialis dan mantan pemimpin Partai Komunis Filipina.selamat membaca


Minggu, 21 Oktober 2012

ETIKA





Masyarakat di dalam sistem kapitalisme, menganut suatu etika atau aturan yang hingga hari ini dipercaya sebagai sebuah kebenaran yang tidak mungkin salah. Tetapi orang mengatakan, sejarah adalah milik  pemenang , dan kebenaran pun adalah milik orang yang menang dan berhasil mendirikan kekuasaan didalam pemerintahan. Mari kita lihat, apakah hal ini pun berlaku pada eaturan masyarakat kapitalis.

Dalam pelajaran di sekolah kita diajarkan merupakan keharusan untuk menghormati hak milik orang lain, karena itu adalah tidak etis untuk mengambil hasil pekerjaan orang lain, terlebih lagi merampasnya. Berdasarkan hal itu, maka cita-cita sosialisme untuk mengambil alih modal, menjadikannya milik bersama , dan menguasainya bersama-sama dalam rangka membentuk fondasi menuju masyarakat Komunis yang adil dan sama rata itu adalah tidak etis dan tidak baik.

Tetapi pada kenyataannya, siapakah yang justru melakukan kerja secara nyata dan kerja abstrak? Siapakah yang - sejak awal berdirinya kapitalisme - menghasilkan barang dan jasa untuk dijual yang kemudian menghasilkan nilai lebih (profit) dan setelah itu menjelma kembali menjadi modal? Jelas yang melakukannya adalah kaum buruh!, bukanya para kaum Borjuis kapitalis yang pemalas dan rakus itu , yang justru selama ini mengambil alih hasil dari pekerjaan itu.

Adalah tidak etis bagi kaum buruh untuk melakukan demonstrasi atau mogok kerja. Pemilik modal dan penguasa selalu menganggapnya sebagai tidak bermoral dan berbagai macam cap lainnya. Mereka akan menawarkan dialog  dengan berbagai macam embel-embel konsensi yang katanya Demokratis dan kutukan-kutukan terhadap tindakan demonstrasi dan mogok kerja.

Namun, bukanlah sebuah masalah bagi pemilik modal dan penguasa, jika perusahaan melakukan PHK massal, jika pada akhirnya demonstrasi dan mogok kerja yang katanya para Borjuis itu hina dihadapi dengan kekerasan mengatas namakan untuk ketertiban umum oleh aparat keamanan, jika pihak perusahaan secara rahasia menyewa preman untuk mengurusi aktivis-aktivis buruh, jika sering terjadi pelecehan seksual terhadap kaum buruh perempuan, dan berbagai macam jika lainnya. Demonstrasi dan mogok kerja tidak akan diizinkan, karena produksi akan terhenti, yang berarti keuntungan akan berkurang. Tidak ada apapun yang dipedulikan oleh pemilik modal kecuali keuntungan.

Pemerintah yang berkuasa sering melakukan penggusuran, entah itu rumah-rumah kumuh, becak, atau perkampungan nelayan. Ada berbagai macam "alasan etis" yang melatar belakanginya. Terutama terhadap rumah-rumah kumuh yang berdiri di atas tanah milik orang lain, sering dianggap sudah sewajarnya dilakukan penggusuran. Terlihatlah di sini, perumahan yang layak memang hanya diperuntukkan bagi yang mempunyai uang. Bagi yang tidak mempunyai uang, bahkan perumahan yang sangat tidak layak pun tidak disediakan. Rumah sebagai tempat hidup bagi orang-orang melarat dan seringkali adalah merupakan harta satu-satunya, tidaklah lebih penting dibandingkan properti, apartmen, dan mall bagi orang-orang yang mempunyai uang. Yang tidak kalah gilanya, adalah "tindakan etis" penguasa untuk menggusuri rumah-rumah kumuh dengan alasan keindahan kota. Entah logika macam apa yang mendasari pemikiran
sang penguasa bahwa dengan menggusuri rumah orang-orang melarat, maka kemelaratan itu akan hilang.

Merupakan suatu etika yang haram untuk dipertanyakan bahwa atas nama nasionalisme, maka sama sekali tidak benar dan tidak etis untuk melakukan pemberontakan untuk memisahkan diri dari negara. Pemerintah mempunyai hak penuh untuk menumpas setiap gerakan separatis, masyarakat pun seringkali sejalan dengan pemerintah bersama-sama mengutuk gerakan separatis itu. Tetapi apakah orang-orang akan memberontak mengorbankan jiwa jika memang tidak ada alasannya? Apakah kita pernah berusaha untuk mengerti dan mengetahui alasan-alasan di balik pemberontakan mereka? Sebagai sebuah bangsa yang pernah merasakan penjajahan selama berabad-abad, seharusnya kita dapat dengan mudah mengatakan, bahwa eksploitasi hasil alam oleh dan hanya untuk kepentingan pusat pemerintahan (bahkan tanpa mempertimbangkan efek dan timbal balik bagi masyarakat setempat) adalah sebuah 'penjajahan'!

Hal lain lagi, adalah etika yang tidak pernah dipertanyakan bahwa demokrasi merupakan kebenaran tertinggi dari sebuah sistem. Karena itu adalah tidaklah etis untuk menjatuhkan pemimpin tidak dengan jalan demokrasi. Revolusi adalah menyalahi aturan karena tidak demokratis dan cenderung anarkis.apakah para kaum Borjuis dan Kapitalis itu tidak tahu kalau Corak produksi busuk mereka itu terlahir dari sebuah Revolusi melawan tatanan feodalisme?contoh saja revolusi Borjuis Perancis tahun 1789

Maka kita pertanyakan, apakah demokrasi memberikan jalan bagi kelas proletar untuk berkuasa? Apakah kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkuasa selama ini pernah lebih memberatkan diri kepada kelas buruh, tani, dan kaum miskin yang pada kenyataannya merupakan mayoritas dibandingkan dengan para pemilik modal yang selalu mendapatkan keuntungan dari pemerintahan yang berkuasa? Pendidikan kelas buruh, tani, dan kaum miskin yang tidak memadai tidak mungkin membuat mereka mampu menggunakan sistem perwakilan. Dan kenyataannya pendidikan tinggi hanya disediakan bagi orang yang mempunyai uang. Maka sampai kapanpun, di bawah sistem demokrasi yang "etis", kelas buruh, tani, dan kaum miskin hanya dapat menjadi penonton dan korban dari perebutan-perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki uang.

Yang telah disebutkan di atas hanyalah beberapa dari hal-hal yang tampak di permukaan. Ada berbagai hal lain, termasuk yang tidak pernah kita sadari, yang menunjukkan sebenarnya sistem nilai dan etika masyarakat kapitalis adalah sama sekali berdasarkan logika para pemilik modal yang berkuasa. Etika mereka hanya menguntungkan mereka dan membenarkan penghisapan dan eksploitasi terhadap kaum proletar, membenarkan penggusuran, penindasan, atas nama keuntungan, kekuasaan, dan kenyamanan hidup pemilik modal.

Marilah sekarang kita sebagai bagian dari elemen-elemen  sadar akan keadaan realitas sekarang ini yang segala sesuatunya dikuasai oleh Hegemoni Kaum Kapitalis yang menyesatkan dan mengaburkan kesadaran kita dan rakyat lainya itu harus bisa MELAWAN dan MENYADARKAN  seluruh Massa rakyat Pekerja baik itu Buruh,Petani,Nelayan,Pedagang kaki lima hingga para golongan elit-elit menengah yang pikiran dan hatinya terbuka terhadap perubahan secara menyeluruh menuju ke era yang lebih manusiawi dan lebih baik yaitu Era masyarakat Sosialis dan insyallah menuju ke masyarakat Komunis dimana seluruh masyarakat akan merasakan keadilan,Kemakmuran  dan hidup dalam suatu keluarga besar umat Manusia yang tidak memandang lagi adanya perbedaan kelas-kelas.Inilah DUNIA BARU YANG DITUNGGU-TUNGGU OLEH SELURUH UMAT MANUSIA,DUNIA TANPA EKSPLOITASI ANTARA SESAMA MANUSIA !DUNIA DIMANA ANAK CUCU KITA BISA HIDUP DENGAN BAHAGIA!

S

Senin, 01 Oktober 2012

MASIH RELEVANKAH 1 OKTOBER DIPERINGATI SEBAGAI HARI KESAKTIAN PANCASILA?




Oleh:Muhammad Ariq

Pada saat tadi menjalankan upacara Hari Kesaktian Pancasila saya disekolah terheran-heran mengapa hari itu dibilang sebagai kesaktian dari pancasila?ternyata setelah ditelusuri sejarah dari yang membuat hari itu muncul dimulai pada Tanggal 30 September ketika  terjadi sebuah peristiwa ketika ada sebuah gerakan yang menamakan dirinya sebagai  Gerakan 30 September.dimana gerakan tersebut  melakukan penjemputan paksa  terhadap  6 Jenderal puncak Angkatan darat yang berbuntut terhadap meninggal nya mereka semua.hari itu oleh pihak Pemerintahan orde Baru soeharto disebut sebagai hari penghianatan PKI dan dengan itu dimulai lah pembantaian massal yang menyebabkan sekitar 1 juta nyawa manusia melayang  dibunuh oleh Angkatan Darat dan milisi bayaranya.lalu pada besok harinya 1 Oktober pemerintahan Orba menjadikan hari itu sebagai hari kesaktian Pancasila.

“Hari Kesaktian Pancasila” selama sekitar 44 tahun selalu diperingati di Lubang Buaya, berdekatan dengan “Monumen Kesaktian Pancasila”, yang didirikan oleh rezim militer Orde Baru untuk memperingati tewasnya 6 jenderal Angkatan Darat sebagai akibat peristiwa G30S. Bahwa Suharto dan kawan -kawan  memberi penghargaan kepada perwira-perwira yang menjadi korban dalam peristiwa G30S adalah suatu hal yang wajar dan kiranya bisa dimengerti oleh banyak orang. Namun, bahwa peringatan terhadap 6 jenderal yang tewas itu dijadikan ritual yang  dengan gagah tetapi salah -diberi nama “Hari Kesaktian Pancasila” adalah suatu kebohongan atau pemalsuan yang tidak boleh --dan tidak bisa ditolerir lagi oleh semua orang yang mempunyai pikiran jernih atau nalar yang sehat. kita semua hendaknya tidak membiarkan terus para pendukung Soeharto (rezim militer Orde Baru) berceloteh, atau membual bahwa mereka menghargai Pancasila tetapi bersamaan dengan itu menjalankan hal-hal yang sama sekali bertentangan (bahkan, memusuhi ) dengan Pancasila-nya Bung Karno sebagai perumusnya.

Rezim Orde Baru  Soeharto itu dengan jelas selama memerintah justru MENGKHIANATI PANCASILA itu sendiri!.perlulah kiranya selalu kita ingat bersama bahwa sejak 1970 sampai jatuhnya Suharto (tahun 1998) peringatan hari lahirnya Pancasila (hari ketika Bung Karno menyajikan kepada seluruh bangsa Indonesia gagasan besarnya itu) dilarang oleh Kopkamtib. Jadi, lama sekali. Keterlaluan, bukan? Bagaimana mereka bisa koar-koar menjunjung tinggi-tinggi Pancasila, tetapi memusuhi penggagasnya, yaitu Bung Karno? Sebab, kalau dilihat dari berbagai segi sejarah perjuangan bangsa, bisalah dikatakan bahwa Pancasila adalah satu dan senyawa dengan Bung Karno, atau Bung Karno adalah Pancasila itu sendiri. Artinya, Pancasila (yang asli !) tidak bisa dipisahkan dari Bung Karno, apalagi dipertentangkan, seperti yang sudah dilakukan Soeharto beserta para pendukungnya. sekali lagi perlu diulangi bahwa seperti yang sudah sama-sama kita saksikan selama beberapa puluh tahun, para tokoh rezim militer Orde Baru sering sekali bicara muluk-muluk atau bersuara lantang tentang Pancasila dalam pidato-pidato atau tulisan mereka, tetapi dalam praktek menjalankan hal-hal yang sama sekali berlawanan atau bahkan bermusuhan dengan jiwa asli atau isi yang sebenarnya menurut gagasan penciptanya atau perumusnya, Bung Karno. Soeharto dan kawan-kawan bicara tinggi-tinggi soal Pancasila, namun mereka malahan telah mengkhianati pencetusnya, sampai menggulingkan kekuasaan Panglima Besar Revolusi kita Bung Karno,  menahannnya sebagai tahanan politik , dan membiarkannya sakit parah dan wafat dalam status sebagai tahanan.sungguh ironis sekali!

Rezim ini jelas tidak menyelamatkan Pancasila namun menjerumuskanya kepada ideologi Kapitalisme dengan beragam macam kebijakan kapitalis Neoliberalnya dan menggunakan  Pancasila sebagai dogma untuk menjalankan kepentingan Kelas Borjuis Indonesia dan bukan untuk kepentingan Massa rakyat kecil Pekerja Indonesia yang mayoritas. Peringatan “Hari Kesaktian Pancasila” adalah salah satu di antara banyak sekali praktek-praktek rezim militer Orde Baru (yang masih diteruskan sampai sekarang oleh para pendukung setianya) yang dimaksudkan sebagai usaha untuk terus-menerus menjatuhkan citra Bung Karno beserta para pendukung utamanya, yang terdiri dari golongan kiri pada umumnya, dan golongan PKI pada khususnya. Secara langsung atau tidak langsung, dan dengan berbagai jalan dan bentuk, digambarkan bahwa “Pancasila” mereka yang “sakti” telah menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia dari kesalahan-kesalahan Bung Karno yang “bersekutu” dengan PKI.
Padahal, seperti yang kita semua sama-sama saksikan, justru karena mereka telah menyalahgunakan, atau memalsu, atau melecehkan Pancasilanya Bung Karno itulah keadaan negara bangsa dan negara kita menjadi sangat semrawut dan bobrok sekali dewasa ini. Justru karena mereka (Soeharto dan konco-konconya)mengkhianati Bung Karno sebagai presiden dan Panglima Tertinggi Angkatan Perang dan Pemimpin Besar Revolusi, maka mereka sama sekali tidak pantas – dan juga sama sekali tidak berhak untuk menggembar-gemborkan sebagai golongan yang menjunjung tinggi Pancasila dan “menyelamatkan bangsa dan negara”. Sebaliknya, seperti yang disaksikan oleh kita semua, perkembangan situasi di Indonesia sejak kudeta merangkak yang dilakukan Suharto dkk sampai sekarang menunjukkan dengan jelas bahwa justru mereka itulah yang telah menjerumuskan bangsa dan negara ke dalam jurang kebobrokan dan kebusukan.
Karena mereka telah memusuhi ajaran-ajaran atau gagasan besar Bung Karno, termasuk mencampakkan jiwa asli atau isi utama Pancasila hasil pemikirannya, maka negara kita sekarang berada dalam krisis yang multi-dimensional atau bersegi banyak. Di antara berbagai krisis atau persoalan besar yang dihadapi rakyat dan negara kita adalah : dikangkanginya aset negara yang penting-penting oleh kekuatan asing, kelumpuhan negara dan bangsa menghadapi neo-liberalisme, kerusakan moral atau iman di berbagai kalangan atas, rusaknya persatuan bangsa karena persoalan agama dan kesukuan, merajalelanya korupsi dimana-mana, hilangnya kepedulian atau kepekaan rasa terhadap kemiskinan sebagian terbesar rakyat, dibiarkannya pengangguran sampai beberapa puluh juta orang, merosotnya rasa patriotisme  dan rasa Gotong Royong masyarakat kita akibat kebudayaan kita dikotori oleh  Imperialisme Barat.

Mengingat itu semuanya terbuktilah  Hari Kesaktian Pancasila  yang diselenggarakan di Lubang Buaya dan di tempat-tempat lainnya di Indonesia adalah sebenarnya bertentangan sama sekali dengan jiwa asli Pancasila-nya Bung Karno dan ajaran-ajaran besarnya yang lain. Karena itulah saya sangat bersependapat dengan usul atau pikiran yang sudah mulai muncul supaya ritual yang hanya menyebar racun persatuan bangsa ini ditiadakan atau dihapuskan saja untuk selanjutnya. Demi memurnikan pancasila nya Bung Karno yang asli Kiri dan Revolusioner!Jadi, kita semua melihat bahwa Pancasila sudah dikotori atau dibikin busuk seperti comberan oleh Soeharto dan konco-konconya selama puluhan tahun dengan macam-macam praktek antara lain indoktrinasi paksaan Penataran “Penghayatan dan Pengamalan Pancasila”, dan cekokan berupa seminar atau rapat-rapat Karenanya, sudah banyak orang yang bukan saja membenci Suharto dengan Orde Barunya, melainkan juga tidak menghargai Pancasila lagi.
Karenanya, adalah tugas kita bersama dewasa ini, dan untuk selanjutnya, untuk mengangkat kembali Pancasila dari comberan yang dibikin oleh rezim militer Soeharto. Pancasila-nya Bung Karno perlu kita junjung tinggi-tinggi, kita kumandangkan lagi, dan kita dudukkan di tempat yang luhur dan mulia sebagaimana mestinya, sebagai pemersatu bangsa yang berjuang untuk masyarakat yang betul-betul demokratis, adil dan makmur menuju kepada Sosialisme Indonesia dengan Tujuan akhirnya yaitu msayarakat tanpa Kelas.
SATU HATI SATU PIKIRAN DAN SATU TUJUAN MEMBANGUN SOSIALISME KOMUNISME